July 27, 2026

FBI Tangkap Pelaku Penyebaran Malware Lewat Game Senilai Rp 3,9 Miliar

0
b8f1ec85-fccd-4d76-beba-27ca7b08cadc_169

Jakarta – Seorang pria asal Florida ditangkap, karena diduga menyembunyikan malware di dalam game yang diunggahnya di Steam. Dirinya pun tertangkap karena aplikasi online yang bisa digunakan untuk memesan makanan.
Pemuda yang dimaksud bernama Zyaire Dontaevious Zamarion Wilkins. Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan bahwa Wilkins membiayai dan membantu memasarkan game yang telah terinfeksi virus ini.

Pria berusia 21 tahun tersebut telah meluncurkan delapan game yang terinfeksi malware sejak Mei 2024 hingga Februari 2026. Dirinya telah menjangkau sekitar 8 ribu perangkat dan setidaknya berhasil mencuri sebanyak USD 220 ribu atau sekitar Rp 3,9 miliar dalam bentuk kripto.

Wilkins mempromosikan game tersebut melalui Discord, Telegram, X, dan LinkedIn. Selain itu, dirinya juga menggunakan bot untuk menemukan orang-orang yang memiliki banyak kripto dan membujuk mereka supaya mau mengunduh game-nya. Sejumlah game yang disebutkan dalam pengaduan tersebut di antaranya BlockBlasters, Dashverse, Lunara, dan PirateFi.

“Setelah para korban mengunduh game tersebut, para pelaku menggunakan malware untuk mengakses dan mencuri data dan kredensial pribadi pengguna. (Mereka) menelusuri data yang dicuri dan mengidentifikasi informasi apa pun yang dapat digunakan untuk mengakses, tanpa izin, akun mata uang kripto orang lain dan mencuri mata uang kripto dari para korban,” demikian bunyi pengaduan tersebut.

Menurut pengaduan tersebut, Wilkins, yang diyakini sebagai mahasiswa di Universitas West Florida, menggunakan nama pengguna “Sibel.eth” di aplikasi pesan Signal. Melalui aplikasi ini ia berkomunikasi dengan pengembang utama program-program tersebut.

Wilkins tertangkap melalui sebuah platform pesan-antar makanan, Uber Eats. Agen melacak kripto curiannya yang berbentuk Bitcoin dikirim ke Bitrefill, sebuah layanan online untuk membeli lebih dari 150 kartu hadiah.

Kartu-kartu ini sebagian besar digunakan untuk membeli makanan di Uber Eats. Dari sini para agen langsung menanyakan kepada pihak Uber terkait pesanan yang mereka kirim.

Ternyata pengirimannya langsung menuju ke rumah Wilkins dan alamat kampusnya. Para agen mengatakan mereka melakukan penggeledahan di North Lauderdale pada Rabu lalu, dan Wilkins menolak untuk berbicara dengan petugas penegak hukum. Dirinya pun terancam hukuman 10 tahun penjara.

Kejadian ini menyusul kasus yang terjadi pada September lalu, terkait malware dalam game Steam menguras uang seorang streamer. Padahal uang yang sudah susah payah dikumpulkannya ini akan digunakan untuk pengobatan kankernya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *